Postingan

Jadi Pemain Sekarang atau Saat Beruban?

Mau jadi Pemain di Masa Tua atau Muda?  Terketuk sekali ya, ketika ada yang berproses, tirakat untuk dirinya sendiri, meninggalkan kampung halaman demi masa depan dirinya dan keluarganya... Ada juga yang sudah dapat kerjaan, mapan dengan pekerjaan dan ada juga yang sudah melepas gelar hidup kejombloan...  Mereka saling post story ig, story WA, dan sosial media lainnya.. Sedang mirisnya, kita hanya menonton dengan scroll scroll buka halaman ini buka halaman itu di akun sosial media, padahal naluri selalu mengatakan, "Mana prosesmu? Apakah hanya ini yang bisa kamu lakukan? Kamu sebenarnya bisa, kapan mau memulainya?" Ah naluri ini...  Tidak ada masalah, iya sama sekali tidak ada masalah... Apa hak kita jika kita tidak membolehkan mereka post seluruh aktifitas mereka di sosial media? Apakah dengan cara kita tidak membuka atau bahkan menghapus akun sosial media akan selesai semua? Sepertinya tidak semudah itu, instastory memang bisa membuat penontonnya iri, dengki sampai depr...

Lelaki yang Tidak diketahui Identitasnya

  Mereka sangat terlelap di malam-malam panjangnya… Sebab terbuai oleh siang yang penuh dengan kefanaan dunia… Sedang ia, menghidupkan malam-malamnya… Bermunajat… Mendekat… Tanpa ada hasrat mendapat sanjung dari yang melihat… Ia yang menggelar sajadahnya... Bercumbu dengan malam… Dengan udara pun heningnya… Sejenak melupakan perkara-perkara dengan rakaat dalam sujud panjangnya, hingga derai resah meredup dan yang tersisa hanyalah harap kepada yang Maha Kuasa…. Sebuah kisah dari seorang lelaki yang tidak diketahui identitasnya, oleh ulama sejarah pun oleh penduduk di seluruh dunia… Yang diketahui tentangnya hanyalah tukang sepatu yang gelap kulitnya… Kisah ini berawal dari kota Madinah tercinta yang sedang ditimpa kemarau yang sangat panjang… Hingga seluruh penduduk di Madinah tak terkecuali para pejabat dan ulamanya mengadakan shalat istisqa’… Namun, do’a-do’a yang mereka terpanjat, belum memikatNya… Hingga dipenghujung malam, Muhammad Bin Al Munkadir namanya, berge...

Bisakah belajar dari Hujan?

Hujan tak pernah memilih, rintiknya jatuh dimana, di tempat elit atau kumuh sekalipun... Karena yang terpenting baginya bukanlah dimana dia ditakdirkan untuk turun, tapi bagaimana dia turun mampu memberikan kemanfaatan dan menebar kebajikan... Yang terpenting baginya, bunga yang biasa memberi keteduhan mata yang memandang dan memberi secerca harapan untuk kumbang yang berjuang, bisa mekar dan wangi sepanjang yang membutuhkan... Yang terpenting baginya, daun-daun kering yang bisa membakar menjadi kembali rindang, sungai yang terancam surutpun kembali deras, bak yang mendekat akan hanyut melesat... Meskipun, banyak yang masih risih dengan kedatangan hujan yang terkadang tak bertanda dengan gelapnya langit ataupun suara gemuruh dari kilat yang terdengar menderu... ***  Begitulah seharusnya manusia... Menebar kebajikan bukan untuk gairah mendapat pujian atau mencari-cari kesempatan dalam setiap kesulitan manusia lain yang membutuhkan... Pejuang kebajikan tak akan mementingkan sebu...

Hidup adalah misteri...

Allah sudah, yang paling bisa membuat kejutan kejutan tak terbaca untuk hambanya yang paling spesial... Membuat mereka yang spesial selalu berkaca kaca, "rencana apa sebenarnya yang akan ditetapkan untuk dirinya?" lantas mereka bersabar dengan berbagai macam ujian ujian... Mereka kuat meski kadang banyak sekali godaan yang menggoyahkan... Meski sesekali mereka mengeluh, merenung, mungkin ada kesalahan yang dulunya pernah mereka perbuat...  Meski terkadang, kaki mereka sudah tidak mampu berjalan menjemput kebahagiaan...  Meski pikiran  sudah penuh dengan luapan cara mencari jalan keluar dan juga hati yang sudah penuh dengan keresahan dan kepasrahan... Namun, semua jalan yang diberikanNya harus tetap dijalankan dengan penuh keikhlasan, karena kita adalah miliknya yang seharusnya, semua harus dipasrahkan kepadaNya... Karena tiada daya dan upaya, kecuali dengan pertolonganNya..   Iya, Senjata pamungkasnya orang sabar,  لا حول ولا قوة الا با لله Jalankan dan pa...

Kamu yang mana?

Cantik.. Sebutan paras perempuan... Cantik fisik membuat setiap yang melihat tertarik... Sedangkan cantik hati membuat setiap yang melihat akan segan... Cantik fisik bisa dipoles dengan foundation, bedak dan semacamnya... Sedangkan cantik hati selalu dipoles dengan air wudhu dalam setiap waktunya... Cantik fisik identik dengan mata yang indah dengan bulu mata yang lentik... Sedangkan cantik hati identik dengan mata yang terpancar sebab selalu menundukkan pandang... Cantik fisik juga identik dengan pipi dan bibir merah... Sedangkan cantik hati identik dengan pipi merah karena rasa malunya dan bibir yang terjaga karena tutur kata baik dan santunnya... Cantik fisik, banyak perempuan yang memiliki dan mengejarnya, bisa dengan memakai skincare yang paling murah sampai yang paling mahal dari segi harga, bisa yang abal abal sampai dari dokter kecantikan ternama... Sedangkan cantik hati, sedikit perempuan yang punya, karena cantik hati hanya khusus untuk perempuan istimewa yang ikhlas hatinya ...

Muslihat Penampilan

Don't judge a book by cover, kurang lebih orang memperumpamakan dan mendengarkannya seperti itu.. Namun pada praktiknya sekarang, orang lebih percaya pada penampilan (cover) daripada isi. Memberikan penilaian hanya pada apa yang terlihat sekilas oleh mata, tanpa menyelami sebenarnya sifat dan kehidupan asli mereka. Sehingga, banyak orang yang berbondong-bondong merubah penampilan mereka, demi mempertahankan good looking daripada inner beauty nya. Piccolo yang selalu pakek sorban pun belum tentu Shalat Jum'at.. Iya, bukan menyalahkan penampilan atau pakaian yang dikenakan, tapi lebih kepada "Untuk apa penampilan atau pakaian tersebut digunakan?" banyak sekali kok orang yang berdasi, tapi pada kenyataannya korupsi, menipu sana sini.. Banyak juga yang berpeci, tapi pada kenyataannya hanya untuk mendapat pengakuan bahwa ia pantas dipercayai, banyak juga yang berpakaian sederhana sekali, namun pada kenyataannya hanya untuk memperoleh banyak simpati.. Oleh sebab itu, pada k...

Dari Pejuang Cinta untuk Para Pejuang Cinta

Jika kamu bulan, aku bintangnya... Jika kamu bunga, aku kumbangnya.. Dua bait dari orang yang mencinta untuk orang yang dicinta. Lantas apa makna cinta sesungguhnya? Apa dengan mengutarakan dua bait tadi sudah dikatakan cinta? Atau masih harus dengan pembuktian pembuktian nyata? *** Cinta.. Sepertinya hidup akan hampa tanpa cinta.. Karena hidup harus menggunakan satu kata, cinta.. Tak akan ada benci karena ada cinta, puncak dari bencipun akhirnya cinta... Hal positif dilakukan sebab adanya cinta.. Rasa simpati pun datang sebab rasa cinta.. Kata orang jawa, ngulon ngetan ngalor ngidul yo buntut, jenenge ae wes cinta..  **** Cinta.. "Sudah jangan didefinisikan nanti kamu juga merasakan."Kata Rumi.. Dalam ilmu psikologi sendiri, menurut Abraham Maslow bahwa cinta merupakan proses aktualisasi diri yang mana dapat membuat orang melahirkan beragam tindakan tindakan yang kreatif dan produktif. Dengan adanya cinta, maka seseorang akan mendapatkan kebahagiaan jika mampu membahagiakan ...