Bisakah belajar dari Hujan?

Hujan tak pernah memilih, rintiknya jatuh dimana, di tempat elit atau kumuh sekalipun... Karena yang terpenting baginya bukanlah dimana dia ditakdirkan untuk turun, tapi bagaimana dia turun mampu memberikan kemanfaatan dan menebar kebajikan... Yang terpenting baginya, bunga yang biasa memberi keteduhan mata yang memandang dan memberi secerca harapan untuk kumbang yang berjuang, bisa mekar dan wangi sepanjang yang membutuhkan... Yang terpenting baginya, daun-daun kering yang bisa membakar menjadi kembali rindang, sungai yang terancam surutpun kembali deras, bak yang mendekat akan hanyut melesat... Meskipun, banyak yang masih risih dengan kedatangan hujan yang terkadang tak bertanda dengan gelapnya langit ataupun suara gemuruh dari kilat yang terdengar menderu...
*** 

Begitulah seharusnya manusia... Menebar kebajikan bukan untuk gairah mendapat pujian atau mencari-cari kesempatan dalam setiap kesulitan manusia lain yang membutuhkan... Pejuang kebajikan tak akan mementingkan sebuah anggapan seseorang, karena yang terpenting selalu menyeru pada Iman dan mendapat cinta dari Sang Maha Menciptakan... Para pejuang kebajikan akan selalu termotivasi dengan potongan QS. Al Baqarah: 195, "Dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik"
*** 

Kebaikan sekecil apapun, pasti akan terbalaskan jika bukan di dunia, diakhirat kelak dan lakukan selalu, karena kita tidak pernah tau kebaikan mana yang bisa mendatangkan Rahmat Allah Subhanahu Wa Ta'ala... Sebagaimana yang sudah terbalut dalam kisah Al Ghazali dengan lalat yang menyebabkannya mendapat Rahmat Allah... Ringkas cerita, suatu malam ulama besar itu bermimpi berdialog dengan Allah SWT, lantas dalam mimpinya Allah bertanya kepadanya, "Dengan modal apakah kamu menghadapku?" lalu, Al-Ghazali menyebutkan semua amal baiknya itu, namun tidak ada satupun yang diterimaNya, kecuali kebajikannya membiarkan seekor lalat yang hinggap untuk mereguk puas tinta pena Al Ghazali...
 *** 

Ingat selalu, Yang benar-benar berjuang dalam kebajikan selalu tulus dan tidak terputus meskipun lelah, payah, keringat, darah tumpah, tak tertebus... 
Semoga bermanfaat;)

Komentar