Muslihat Penampilan

Don't judge a book by cover, kurang lebih orang memperumpamakan dan mendengarkannya seperti itu..
Namun pada praktiknya sekarang, orang lebih percaya pada penampilan (cover) daripada isi. Memberikan penilaian hanya pada apa yang terlihat sekilas oleh mata, tanpa menyelami sebenarnya sifat dan kehidupan asli mereka. Sehingga, banyak orang yang berbondong-bondong merubah penampilan mereka, demi mempertahankan good looking daripada inner beautynya.

Piccolo yang selalu pakek sorban pun belum tentu Shalat Jum'at..

Iya, bukan menyalahkan penampilan atau pakaian yang dikenakan, tapi lebih kepada "Untuk apa penampilan atau pakaian tersebut digunakan?" banyak sekali kok orang yang berdasi, tapi pada kenyataannya korupsi, menipu sana sini.. Banyak juga yang berpeci, tapi pada kenyataannya hanya untuk mendapat pengakuan bahwa ia pantas dipercayai, banyak juga yang berpakaian sederhana sekali, namun pada kenyataannya hanya untuk memperoleh banyak simpati.. Oleh sebab itu, pada kenyataannya kejujuran sejati hanya terletak pada hati, bukan dari penampilan atau pakaian yang dikenakan sehari-hari...

Jangan meremehkan mereka yang berpenampilan sederhana...

Tak dapat dipungkiri, saat bertemu dan melihat mereka yang berpenampilan sederhana, pakaian yang dipakainya  ataupun apapun yang dipakainya, bayangan dan kesimpulannya adalah orang yang tidak punya. Padahal pada kenyataannya, apapun yang dipakainya ternyata barang branded semua dan selera mereka memang hanya dengan kenyamanan barang daripada model barangnya. Ataupun bisa jadi memang mereka lebih memilih pakaian atau barang-barang sederhana dan murah harganya demi keluarga yang dicinta. Misal, lebih memilih untuk mengadakan asuransi kesehatan, asuransi pendidikan, ataupun ditabung untuk masa depan. Jadi, sudah sepantasnya dan sudah saatnya kita menilai orang dari dalam, bukan dari penampilan atau pakaian yang dikenakan.

Tidak ada larangan untuk memperbaiki penampilan, karena Allah juga menyukai keindahan

Sudah sepantasnya kita merawat dengan sepenuh hati apapun yang dititipkannya sebagai rasa syukur kepadaNya, asalkan digunakan dengan semstinya dan sewajarnya tanpa merubah dan tidak menyalahi aturan agama.

Memperbaiki hati lebih dari segala-galanya...

Memperbaiki hati lebih penting dari segalanya, karena hatilah yang menjadi pusat keindahan sesungguhnya.. Pernahkah kita melihat seseorang yang sederhana, tidak cantik atau tidak tampan-tampan sekali, tapi ketika melihatnya membuat sejuknya hati? Kalau tidak pernah, monggo berkenalan dengan penulis :D Mungkin karena mereka lebih menggunakan hati, sumlehnya wajah, dan ramahnya sikap sebagai penariknya... 
Ya, itulah sebab kenapa Allah melihat seseorang dari hatinya, sebagaimana dalam hadis, "Sesungguhnya Allah tidak melihat bentuk atau rupa kalian, tidak pula kepada jasad badan kalian, akan tetapi Allah melihat pada hati dan amalan kalian." (HR. Muslim)

Diri kita tidak akan rendah dihadapan Allah ataupun manusia hanya karena pakaian murah.. Semoga bermanfaat :)

Komentar